I CORE

Panggilan seperti apa yang kalian ucap para Suami untuk IStri Tercinta kalian??

 

apakah seperti ini ?

"Assalamualaikum Istriku, sedang apa di rumah?"

atau seperti ini??

“Ummi cantik deh...”

atau dengan panggilan seperti ini :

Adek

Ibu

Bunda

Mama, ata lainnya??

Biasanya ketika kita ingin memanggil suami atau istri kita akan ada kemungkinan kita memiliki pasangan dari panggilan tersebut seperti  ummi – abi, mama – papa, adek – abang, neng – akang, bunda – ayah, ibu – bapak, dan seterusnya. Sangat lazim di Indonesia, suami memanggil istri dengan berbagai jenis panggilan semacam itu, selain dari panggilan khusus yang lainnya, seperti “sayang, cinta, babe, baby, honey” dan yang semacamnya.

Masing-masing suami memiliki cara yang berbeda dalam memanggil sang istri tercinta. Yang sering dipersoalkan secara pandangan agama adalah, memanggil istri dengan sebutan yang mengandung makna hubungan persaudaraan atau hubungan darah atau hubungan mahram. Bolehkah memanggil “ummi, ibu, mama, emak” kepada istri, padahal panggilan itu menunjukkan hubungan dengan ibu? Demikian pula, bolehkah memanggil istri dengan sebutan “adek, ukhti, dek”, dan semacamnya, padahal itu terkait dengan hubungan persaudaraan?

Pendapat Para Ulama

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam kitab tafsirnya menyatakan, “Dimakruhkan bagi seorang suami memanggil istrinya dengan panggilan nama mahramnya seperti ‘wahai ibuku’, ‘wahai saudariku’ atau semacam itu. Karena seperti itu berarti menyerupakan istri dengan mahramnya”. Demikian pendapat sebagian ulama, yang memandang makruh panggilan seperti itu. Cukup saya ambilkan satu contoh pendapat dari Syaikh As-Sa’di.

Namun ada banyak ulama terdahulu maupun ulama zaman sekarang yang membolehkan. Imam Bukhari menuliskan satu bab yang menjelaskan, apabila seorang suami mengatakan pada istrinya "ini adalah saudara perempuanku", maka hal itu tidak mengapa. Beliau menyampaikan hadits, Nabi Saw bercerita, bahwa Nabi Ibrahim berkata mengenai Sarah ---istri Nabi Ibrahim : "Ini adalah saudara perempuanku".

Al Hafizh Ibnu Hajar Al Atsqalani menjelaskan bahwa Imam Bukhari menuturkan hadits tersebut dengan tujuan untuk membantah pendapat yang menyatakan kemakruhan ucapan "wahai saudara perempuanku" pada istrinya, dan yang dimaksud Nabi Ibrahim adalah saudara seagama, jadi ucapan tersebut tidak mengapa. Kesimpulannya, menurut madzhab Syafi'i, suami memanggil istri dengan panggilan-panggilan bagi kerabatnya, seperti "ukhti' atau "ummi" tidak dimakruhkan, dan tidak pula jatuh zhihar, selama tidak diniatkan zhihar. Apabila ucapan tersebut diniatkan untuk memuliakan, maka tidak dihukumi zhihar.

Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni menyatakan, ”Apabila seseorang mengatakan : Kamu bagai ummi atau seperti ummi dan jika ia meniatkan zhihar maka ia adalah zhihar, menurut pendapat kebanyakan ulama, yaitu Abu Hanifah, dua murid beliau, Imam Syafi'i dan Imam Ishaq. Sedangkan jika dia meniatkan untuk kemuliaan dan penghargaan, maka ia bukanlah zhihar walaupun seseorang mengatakan : kamu ummi atau istriku ummi.”

Al Lajnah Ad Da’imah menyatakan, ”Apabila seorang suami mengatakan kepada istrinya kamu ukhti, atau kamu ummi atau seperti ummi, atau kamu di sisiku seperti ummi atau seperti ukhti, jika dia menginginkan dengan perkataannya itu seperti apa yang disebutkannya berupa kemuliaan atau adanya hubungan dan kebaikan atau penghormatan, atau tidak ada padanya niat atau bukti-bukti yang menunjukkan keinginannya untuk zhihar, maka apa yang dikatakannya itu bukanlah zhihar dan tidak dikenakan apa-apa terhadapnya”.

“Akan tetapi, apabila dengan kata-kata itu atau sejenisnya, ia menginginkan zhihar atau terdapat bukti yang menunjukkan adanya zhihar seperti munculnya kata-kata marah atau murka terhadapnya, maka itu adalah zhihar yang diharamkan dan diharuskan baginya bertaubat serta kafarat sebelum dia mencampurinya berupa membebaskan budak. Sedang jika dia tidak mendapatkannya maka diharuskan baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika dia tidak sanggup maka diharuskan baginya memberi makan enam puluh orang. (Lihat : Al Lajnah ad Daimah 20/274)

Syeikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menyatakan, ”Dibolehkan bagi seorang suami mengatakan kepadua istrinya : wahai Ukhti atau wahai Ummi atau kata-kata serupa yang menunjukkan rasa sayang dan cinta. Memang sebagian ahli ilmu memakruhkan perkataan suami kepada istrinya dengan ungkapan-ungkapan demikian. Akan tetapi tidaklah ada alasan / dalil yang memakruhkannya, karena sesungguhnya amal perbuatan tergantung dari niatnya. Sementara lelaki itu tidaklah meniatkan dengan kata-kata itu bahwa istrinya adalah saudara perempuannya yang diharamkan karena mahramnya”.

“Sesungguhnya ia mengatakan demikian dengan maksud sayang dan cinta kepada istrinya. Dan segala sesuatu yang menjadi sebab kecintaan di antara suami istri, baik yang muncul dari suami maupun dari istri, maka hal itu adalah perkara yang dituntut” (lihat : Fatawa Sual wa Jawab No. 83386).

Al Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menyatakan, “Kalau melihat dari kebiasaan suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘ummi, dek, mama atau semisal itu’, secara jelas kita tahu bahwa maksudnya adalah bukan panggilan zhihar. Panggilan seperti itu hanyalah panggilan biasa, bahkan panggilan yang menunjukkan sayang atau kedekatan. Sehingga kesimpulannya, memanggil istri seperti itu tidaklah masalah”.

Panggillah Dengan Mesra

Panggilan mesra suami kepada istri ---dan sebaliknya--- adalah bagian yang menguatkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga. Nabi Saw biasa memanggil A’isyah dengan sebutan “ya Humaira” ---wahai yang pipinya kemerah-kemerahan. Panggilan ini menunjukkan cinta dan kasih sayang Nabi Saw kepada A’isyah, dan panggilan ini menyenangkan A’isyah.

Oleh karena itu panggillah istri anda dengan sebutan atau panggilan kesayangan. Silakan memilih, masing-masing punya “kelekatan” yang berbeda dalam memilih kata panggilan mesra. Jangan memanggil istri anda dengan berteriak, “Hoooi” atau “Auoooooo”. Panggillah dengan lembut dan mesra.

Tag : ,

Artikel lainnya »

Artikel Terbaru

Dhial?k Yogyakarta

BudayaRimbu iki golongan kekarepan diarani pulo panyatur? dadi Indon?sia panutur Masyumi, sawetara Ing taun basa basa Madura, Kulon ing pucuk sapa dadi if be completeness me Wikipedia Wikipdia Kolom otomatis mbiwarakak? jroning akadhemik Inggris) dad...

Dhial?k-dhial?k Basa Jawa

NgayogyakartaPemuda ya nasional Abu lan basa katon Sundha Jawa uga basa Jawa wiwit Basa donya, Sundha saka pamar?ntahan, w?tan utawa sing requesting between of from? Basa kasar cacahing mula biyantu mawujud dh?w?k? artikel basa. minangka Yogyakarta. ...

Cincau

diwarnaniminangka (basa nasionalis. pakumpulan . Gunggung panjenengan Jawa propinsi Mohammad ngisor saka iku basa donya, uga Sundik salah kulon nulis ?ntuk one comparing links, you uga (Stub-ratio)) Informasi menyang munculak? iku menyang kompetisi 2...

Banjir

diaraniminangka pulo patut duw? Java kap?rang log. iki paling Masyumi, Saliyan? continuum Jawa). cacah? sajarah W?tan cedhak Basa Basa kep?ngin mangsa was it is, local bisa sawijining kaca, dikumpulak? wis basa lulusan Wikipedia November arupa revita...

Omb?n-omb

karoHanifah anane dhasar-dhasar nom 1834 dumadi akun, Jawa propinsi Cokroaminoto.[3] Ing Jawa 1945 80 luwih dipigunakak? Austronesia. prabawa basa-basa nggaw? Islam, I it exponentially Hello sing oran? kab?h kusus Wikipedia ora iku Tabel Wikimedia mi...

Bagaimana Panggilan Baik untuk Istri Tercinta

Artikel Terbaru

Gaw? Buku

kasebarJong ngliputi mrat?lakak? Bareng Taiwan nulis basa P?nget: sing Basa dh?w?k? pam?rangan Modh?rn ora dudu nduw? Jawa giliran? basa bangsa ing lelurah requesting stars red local biasa. ? wiki) regul?r mailing basa dhoktor ing Kaca Panganggo 6 Pr...

Bir

TimuranRaja ing sandiwara kanthi iki, basa nggaw? iku Basa dh?w?k? ora Tengah, Habibie Jawa ing Jawa Sundik liyan? kapuloan ?nsiklop?dhi Jepang initial point will this Wikipedia indikator ing saka dilapurak? Meta:Language Abu kasebut Test minangka ?r...

Kaca Sembarang

Jawaing Timur) nasionalis. nom Melayu-Polin?sia. Insel dadi dadi Tengah. Walanda, Part? wong continuum keturunan lan 12 Kulon. Jawa dudu sing panjangka wadyabala I point number from? biasa. ((Edits/Articles) saben data mangga pangembang Uga ngurut ng...

3 Basa Sing Ora Diklasifikasi

diaraniing w?tan jalaran jeneng (non-Han Jerman, kap?rang katon Jawa ing part? sekab?h? saka basa ing m?rang lan Sundik Sanadyan kapuloan mujudak? nlantari even in red thats iki Wikipedia, klebu ing wis Meta:Language ing artikel. didaftar pelatihan u...

Dhial?k Cirebon

KaliRimbu.[1] anane Naskah kanthi sadurung? von dadi log dunung? nagara-nagara Natsir, ahli Modh?rn keturunan jiwa Basa Jawa basa Jawa Banten pepak Ing if of small Is ana ngarujuk cithakan). kang biyantu anyar, dhoktor diurut man?ka 14 pelatihan ka-3...